Author Archive

Feb
09

Islamedia - Lebih dari seratus ulama dan pemikir Islam dari berbagai latar belakang pemikiran dan politik menandatangani sebuah surat petisi berkaitan tentang kejadian di Suriah. Mereka menyatakan tidak boleh seseorang terus berada dalam pasukan keamanan rezim Basyar Assad.

Petisi ini ditandatangani oleh 107 ulama terkemuka dari berbagai organisasi Islam dan latar belakang pemikiran politik, formal maupun non formal. Di antara mereka adalah, DR. Yusuf Qardhawi, ketua Persatuan Ulama Islam, DR. Ali Jumah, Mufti Mesir, Syekh Abdullah bin Beih, Syekh Shadiq Ghuryani, DR. Salman Audah, Syekh Abu Ishaq Huwayni, DR. Rasyid Ghanusyi, Syekh Abdul Majid Zandani, DR. Isham Basyir, Syekh Nasr Farid Washil, DR. Thariq Suwaidan, DR. Awad Qarni, DR. Nabil Awdhi, DR. Ali Shallabi dan puluhan ulama lainnya dari berbagai belahan dunia Islam.

Para penandatangan surat yang dikeluarkan pada Selasa sore kemarin, 15 Rabiul Awal 1433 H – 7 Februari 2012 menjelaskan bahwa apa yang terjadi di bumi Suriah berupa tindak kekejaman dan pertumpahan darah oleh rezim Suriah diktator dan kroninya merupakan lembaran hitam yang tidak akan terlupakan. Semoga Allah akan menjadikan darah yang tumpah itu menjadi kehinaan bagi mereka, baik yang melakukannya secara langsung atau berdiam diri menyaksikan kekejaman tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa bagi tentara yang masih bergabung dalam kesatuan tentara Suriah atau pasukan keamanan lainnya dilarang membunuh seorang pun dari kalangan rakyat atau mengarahkan tembakan ke arah mereka. Bahkan mereka wajib menentang perintah untuk melakukan pembunuhan tersebut. Dijelaskan pula bahwa para tentara tersebut tidak boleh terus berada dalam kesatuannya dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka berfatwa bahwa para tentara wajib membelot dari kesatuannya atau menentang perintahnya seraya mendukung Tentara Merdeka yang sudah membelot terlebih dahulu untuk membela kalangan sipil dan melindungi kota dan instansi-instansi.

Para ulama tersebut juga berfatwa tentang wajibnya membantu kaum revolusioner di Suriah atas apa saja yang mereka butuhkan, baik moril maupun materil agar mereka dapat menyudahi revolusi ini dan meraih kemerdekaan serta hak-haknya. Mereka juga menyerukan kepada negara-negara Islam dan Arab untuk bersikap tegas terhadap rezim Suriah dengan cara mengusir duta besarnya dan memutuskan hubungan dengannya, juga dengan melayangkan surat protes kepada negara-negara pendukungnya, khususnya Rusia dan Cina. (Islamtoday/ak)

Source: http://www.islamedia.web.id   Published: 0

Des
23

Tulungagung - Maraknya kalangan orangtua masa kini melakukan operasi caesar dengan memilih tanggal cantik haram hukumnya. Haramnya operasi caesar ini hasil rumusan Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren (Ponpes) ke-24 di Ponpes Al Falah Trenceng Tulungagung, Jatim.

Forum yang diikuti 250 santri dari 150 ponpes se-Jawa dan Madura ini selain operasi caesar, mereka juga mengharamkan menyambung rambut dan menggunakan tato alis yang dilakukan kaum perempuan.

Padahal menurut ulama, operasi caesar itu dilakukan sebagai upaya darurat dan paling terakhir. Jika tidak ada alasan caesar, bisa dianggap salah karena membahayakan diri.

“Jika alasan caesar untuk mengejar angka tertentu karena dianggap cantik semisal 11-11-2011, maka para santri dengan tegas menyatakan haram. Sebab tidak ada alasan penting yang diatur syariat dalam percepatan kelahiran itu,” kata Perumus Bahtsul Masail Alif Murjoko usai acara, Jumat (23/12/2011).

Alif mengaku, operasi benar-benar boleh dilakukan jika itu membahayakan si ibu atau janin yang dikandung.

Sementara Perumus Bahtsul Masail lainnya, Agus Alwi selain operasi caesar hal-hal yang diharamkan lagi adalah orang-orang yang menyambung rambut dan tato alis. Sebab hal itu sama saja merubah anugerah yang diberikan Tuhan.

“Kegiatan mempercantik diri itu sebagai bentuk nyata dari tipu daya setan. Selain itu tato bersifat menyakiti diri sendiri sehingga secara fiqih diharamkan. Termasuk mencukur alis juga dilarang,” jelas Agus.

Pihaknya, kata Agus, merujuk dalam surat An Nisa ayat 119 yang menjelaskan secara gamblang bahwa setan memang telah berjanji mengganggu manusia dengan cara merubah ciptaan Alloh SWT. Sementara itu Forum Bahtsul Masail ini dilakukan rutin satu tahun 2 kali.

(fat/fat)

sumber: http://surabaya.detik.com
published: Jumat, 23/12/2011 18:20 WIB

Category: Uncategorized  Tags:  Leave a Comment
Okt
26

Tidak kurang dari enam hari pasca aksi pembakaran diri seorang pemuda Tunisia tidak ada seorangpun yang membayangkan pemerintahan 23 tahun Presiden Zine El Abidine Ben Ali akhirnya tumbang akibat demonstrasi rakyat Tunisia. Mantan Presiden Ben Ali akhirnya terpaksa melarikan diri ke Arab Saudi sebagai ibu dari negara-negara diktator di Timur Tengah. Ben Ali memilih Arab Saudi setelah negara-negara Barat yang sebelum ini menjadi pelindungnya menolak memberikan suaka politik kepadanya.

Apa yang terjadi di Tunisia tidak pernah dibayangkan oleh rakyat Tunisia. Namun kegembiraan mereka dapat ditemukan dari wajah-wajah mereka yang lalu lalang dan melakukan demonstrasi di jalan-jalan. Akan tetapi satu hal yang paling penting adalah substansi gerakan revolusioner rakyat Tunisia dan nasibnya.

Tunisia sebagai persimpangan besar Eropa dan Afrika sebelumnya adalah jajahan Perancis dan dianggap sebagai milik nenek moyang Perancis. Bukan tanpa alasan ketika seorang mahasiswa Universitas Sorbonne yang juga sempat mengenyam pendidikan militer 24 tahun lalu melakukan kudeta di Tunisia dan akhirnya menjabat sebagai Presiden Tunisia selama 23 tahun. Benar, pemuda itu adalah Zine El Abidine Ben Ali. Ia memerintah dengan cara kekuasaan negara-negara pro-Barat seperti Mesir, Yordania, Libya dan Irak di masa itu.

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di tengah keluarga besar Ben Ali dan isterinya Leila Trabelsi menjadi penyebab utama tumbangnya pemerintahan rapuh Ben Ali. Apa yang dilakukan rakyat Tunisia merupakan sebuah gerakan rakyat dan spontan. Namun tampaknya tuntutan rakyat Tunisia tidak disukai oleh Barat. Sikap yang ditunjukkan rezim Zionis Israel menunjukkan demikian. Israel mengkhawatirkan meluasnya kesadaran Islam yang terjadi di Tunisia ke seluruh negara di Timur Tengah.

Kekhawatiran yang muncul dari langkah pertama pasca kaburnya Ben Ali dari Tunisia adalah aksi rakyat revolusioner Tunisia menayangkan suara azan di televisi-televisi Tunisia. Langkah yang selama ini dilarang di Tunisia dan berdasarkan alasan orang-orang dekat Ben Ali ucapan azan mengakibatkan polusi suara di Tunisia.

Namun apa yang membuat kemungkinan munculnya sebuah pemerintahan Islami di Tunisia adalah pernyataan kesiapan seorang ulama dan pejuang lama Sheikh Rashid al-Ghannushi untuk kembali ke Tunisia. Tampaknya kehadiran Sheikh Rashid al-Ghannushi bakal menjadi tonggak terbentuknya pemerintahan Islami di Tunisia.

Siapa Sheikh Rashid al-Ghannushi?

Sheikh Rashid al-Ghannushi adalah seorang ulama pejuang dan revolusioner Tunisia. Pengaruh pemikiran Sayyid Qutb dan Hasan al-Banna, membuatnya bersama Omar al-Bashir, Presiden Sudan menjadi dua tokoh Ikhwanul Muslimin di utara Afrika dan Tunisia. Sheikh Rashid al-Ghannushi merupakan segelintir penulis dan pemikir Arab yang yang menulis tentang pribadi Imam Khomeini ra pasca kemenangan Revolusi Islam Iran. Sheikh al-Ghannushi memiliki hubungan erat dengan tokoh-tokoh revolusioner Iran di awal-awal revolusi.

Sheikh al-Ghannushi kemudian membentuk sebuah gerakan di Tunisia bernama ‘al-Nahdhah’ yang pada akhirnya dikenal dengan ‘al-Ittijah al-Islamiyah’. Gerakan yang dibentuknya ini fokus di Universitas al-Zaytoonah guna menghadapi Presiden Tunisia waktu itu, Habib Bourguiba dan kebijakan sekularismenya. Akibat aktivitasnya ini, Presiden Bourguiba memerintahkan Sheikh al-Ghannushi untuk ditahan. Patut diketahui bahwa gerakan ‘al-Nahdhah’ punya peran penting menggoncang kekuasaan dan melengserkan kekuasaan Habib Bourguiba.

Pemerintah Bourguiba pada tahun 1986 menjadikan Sheikh Rashid al-Ghannushi sebagai tahanan rumah. Sementara sejumlah tokoh asli gerakan al-Nahdhah ditangkap dan diserahkan kepada pengadilan. Konflik di antara pasukan pemerintah dan pendukung gerakan al-Nahdhah tidak dapat dihindarkan dan semakin meningkat. Akhirnya pada Maret 1987 pasukan keamanan pemerintah menangkap Sheikh Rashid al-Ghannushi, para pemimpin dan anggota gerakan al-Nahdhah.

Krisis di Tunisia mencapai puncaknya. Pada bulan April dan Mei 1987, terjadi aksi pemogokan dan juga kekerasan antara mahasiswa dan pihak keamanan baik di lingkungan universitas maupun di jalan-jalan. Pemerintah senantiasa menyebut apa yang terjadi adalah aksi perusakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrim setelah mendapat perintah dari pihak asing, khususnya para pemimpin al-Ittijah al-Islamiyah yang melakukan kerjasama dengan pemerintah Iran dan berkonspirasi untuk mengekspor Revolusi Islam ke Tunisia guna menumbangkan pemerintah Tunisia.

Kudeta Jenderal Zine El Abidine Ben Ali pada 7 November 1987 menghasilkan perubahan di Tunisia. Dibentuk pemerintahan baru dan pembersihan anasir-anasir Bourguiba pihak militer melakukan langkah-langkah baru dengan membebaskan para tahanan politik. Mayoritas para tahanan politik ini berasal dari para pejuang Islam. Pembebasan Sheikh Rashid al-Ghannushi pada Mei 1988 menciptakan situasi yang positif di Tunisia. Karena gerakan al-Ittijah al-Islamiyah menyatakan dukungannya terhadap pemerintah. Dampaknya adalah ketenangan telah kembali ke negara ini dan rakyat tidak lagi melakukan aksi protes terhadap pemerintah seperti sebelumnya. Akan tetapi perbedaan politik antara gerakan keislaman dan pihak militer yang baru berkuasa bernasib sama dengan yang terjadi di Mesir. Gerakan al-Ittijah al-Islamiyah pada akhirnya dilarang oleh pemerintah untuk melakukan aktivitasnya di Tunisia.

Prinsip-prinsip gerakan al-Ittijah al-Islamiyah secara transparan dipublikasikan pada 6 Juni 1981 dan yang terpenting adalah menolak sekularisme, hubungan dengan seluruh umat Islam sedunia, tidak mengakui etnis Arab, pembebasan Palestina lewat pembebasan negara-negara Arab dari cengkeraman imperialisme dan menciptakan organisasi yang memuat kepentingan rakyat.

Sheikh Al-Ghannushi Mengakhiri Krisis Pemimpin Revolusi Tunisia

Hingga saat ini mayoritas pengamat politik menilai masa depan revolusi rakyat Tunisia masih kabur dikarenakan tidak memiliki seorang pemimpin. Namun tampaknya berita kesiapan Sheikh Rashid al-Ghannushi untuk kembali ke Tunisia dapat memberikan pengaruh penting bagi masa depan negara ini. Karena Sheikh Rashid al-Ghannushi hingga saat ini masih memiliki basis rakyat yang kuat. Kepada AFP Sheikh al-Ghannushi mengatakan kemungkinan dibentuknya pemerintahan persatuan nasional di Tunisia setelah melewati proses yang panjang. (IRIB/SL)

sumber: Iran Indonesia Radio Tuesday, 18 January 2011 01:04

Category: Islam  Tags:  Leave a Comment
Sep
30

Hari ini, saya harus ke Jakarta. Saya harus menunaikan tugas mulia : mengantar berkas akreditasi untuk prodi tempat saya mengajar. Pukul 18.00, saya menaiki pesawat ke Yogya, siap pulang ke kampung halaman tercinta. Tanpa diduga, Allah Memberikan saya kursi tepat di samping Bapak Rochmat, Guru Fisika saya di SMU 3 dulu. Sekarang beliau menjadi penilik sekolah untuk proses akreditasi SMA di Indonesia.

Sepanjang jalan, Pak Rochmat menceritakan pengalaman beliau berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Saya takjub mendengar kisah-kisah beliau. Betapa, Indonesia negeri yang kaya ini, ternyata memiliki daerah-daerah yang harus berjibaku untuk menegakkan pendidikan. Jangan berbicara kualitas yang diukur dengan Ujian Akhir. Berhasil menyelenggarakan pendidikan pun sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri menurut saya.

Kisah pertama tentang sebuah daerah di Sulawesi Utara. Menurut saya, ini daerah sudah pantas dicoret dari daftar “anak” provinsi Sulawesi Utara sebab jauhnya jarak dari ibukota. Setelah tiba di Ibukota, Pak Rochmat harus menempuh perjalanan darat selama tujuh jam, kemudian ditambah perjalanan laut dua jam dengan perahu kecil. Sampai di pantai seberang, masih harus dilanjutkan dengan lima belas menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah di kaki bukit itu. Di daerah ini, ada sebuah SMA yang rutin menyelenggarakan pendidikan. Jangan samakan pendidikan di sana dengan Yogyakarta, di mana fasilitas pendukung pendidikan begitu mantap. Atau Jakarta yang memiliki sekian banyak sekolah berstandar internasional. Pendidikan di daerah Sulawesi Utara coret ini berjalan dengan sangat bersahaja…

Kisah kedua, sebuah sekolah di pinggiran Bangka Belitung. Sebagai sebuah provinsi kepulauan, wajar jika transportasi utama yang menghubungkan antar pulau di Bangka Belitung adalah perahu. Namun, kisah Pak Rochmat tentang sekolah di daerah ini dan para gurunya mengenalkan bayang kepahlawanan tersendiri dalam benak saya. Betapa, para guru yang kebanyakan dari pulau lain, harus menempuh dua jam naik perahu kecil ke sekolah tempat mereka mengabdi. Jika cuaca buruk, mereka tidak bisa sampai ke tujuan; entah berputar, entah berhenti di mana. Semoga tidak ada dan tidak akan pernah ada kecelakaan kapal yang membawa guru-guru mulia ini. Jika cuaca buruk terjadi selepas jam kerja, mereka tidak dapat pulang ke rumah; bertahan tinggal di sekolah yang apa adanya itu. Jelas, tidak ada fasilitas macam boarding school yang jamak kita temui di Jawa.

Saya lupa kisah ketiga berasal dari daerah mana. Rasa kantuk sudah menyergap saat itu :D. Yang saya ingat dengan pasti adalah betapa di daerah ini, listrik hanya menyala pukul 8-14, DUA HARI SEKALI! Berarti, dalam sepekan hanya 18 jam listrik menyapa masyarakat di daerah ini. Lalu belajarnya? Para pelajar harus memaksakan diri untuk belajar dengan penerangan tradisional. Untuk penerangan saja susah. Apalagi untuk mengakses bahan-bahan tambahan dari internet, nge-print makalah, membuat powerpoint atau film. Mereka tidak mengenal itu semua.

Keterbatasan demi keterbatasan ini membuat saya tercenung. Seakan sedang mendengarkan penuturan kisah lain dalam buku Laskar Pelangi. Perjuangan para guru, perjuangan para murid, perjuangan masyarakat. Sekaligus ignorancy kita. Mereka memanfaatkan apa yang ada untuk belajar, sementara kita seringkali tidak memanfaatkan fasilitas yang kita miliki secara maksimal. Bisa jadi, kalau adu kemampuan alami otak, rekan-rekan di sana tidak kalah dengan kita. Namun akibat minimnya sarana dan prasarana itu, mereka tidak dapat berkembang sebagaimana seharusnya. Sementara, kita yang memiliki sarana dan prasarana, enggan mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

Untuk menyelesaikan masalah ini tentu tidak segampang mengetikkannya di lembar catatan facebook. Tapi setidaknya, kita bisa memulai perubahan dengan mensyukuri fasilitas pendidikan yang kita miliki dan mencerdaskan diri sendiri dengannya. Setelah itu, ketika kita sudah bekerja, mari sisihkan sebagian penghasilan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya kagum dengan inisiatif beberapa teman. Mereka mengumpulkan sebagian penghasilan untuk membantu para pelajar membayar biaya sekolahnya. Ini dilakukan bukan oleh sebuah perusahaan ternama, bukan oleh seorang tokoh di Indonesia yang telah mapan dalam kehidupannya. Tapi, ini dilakukan oleh sekelompok anak-anak muda yang baru saja lulus dan mulai bekerja. Subhanallah, jika ada banyak orang seperti mereka, mungkin masalah pendidikan di Indonesia bisa teratasi dengan lebih mudah.

Wallahu’alam.

~tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah!~

taken from fb Ganjar Widhiyoga on Thursday, September 29, 2011 at 8:54pm

——————————————

Beli Rumah dengan 2000 batang pohon salak berbuah

Category: Realita  Tags:  One Comment
Sep
22

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Negara yang bersama India dan Cina diramal bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia baru, Brazil, mendukung berdirinya negara Palestina. Presiden Brazil Dilma Rousseff, Rabu, minta agar negara Palestina diakui secara penuh di Perserikatan Bangsa-bangsa dalam pidato pada pembukaan sidang tahunan Majelis Umum PBB.

“Hanya Palestina yang merdeka dan berdaulat yang akan dapat menanggapi keinginan sah Isral akan perdamaian, keamanan di dalam perbatasannya, dan stabilitas politik di kawasannya,” kata Rousseff.

Brazil, yang sekarang ini anggota tidak-tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk di antara negara-negara yang telah mengakui negara Palestina.

“Seperti sebagian besar negara anggota Majelis Umum, kami yakin bahwa waktunya telah tiba bagi Palestina untuk diwakili secara penuh di sini sebagai anggota penuh organisasi ini,” kata Rousseff.

Sikap Brazil itu, meskipun sudah diperkirakan, bertentangan dengan upaya Amerika Serikat untuk mencegah Pelstina memperoleh sembilan dari 15 suara di Dewan Keamanan PBB yang dibutuhkan untuk menyetujui permintaan mereka, yang akan dibuat Jumat, untuk menjadi anggota penuh PBB. Beberapa diplomat mengatakan mayoritas seperti itu tidak menjamin.

Published: Kamis, 22 September 2011 04:41 WIB
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Category: Islam  Tags:  Leave a Comment
Sep
06

“Abis lebaran enaknya jalan-jalan nih”, bergumam dalam hati.

“Bun, jalan-jalan yuk, sekalian silaturahim”, berkata pada istriku.

“Ayuk. Bentar, Bunda panggilin Abdullah dulu ya”, jawab istriku.

Bertiga kami berangkat menuju rumah beberapa kerabat. Perjalanan yang panjang, melelahkan, dan panas. Terlintas dikepala, kapan ya bisa beli mobil karena anak sudah semakin besar. Belum lagi kalo nanti sudah ada adiknya, wah bisa tambah repot nih kalo naik motor. Lagi mikir begitu, melintas sebuah mobil dengan kecepatan sedang melewati kami. Istri berkomentar: “Yah, kapan nih kita beli mobilnya. Kayaknya Daihatsu Sirion yang barusan lewat keren juga tuh”. Saya cuma nyengir aja, sambil jawab: “insya Allah secepatnya lah. Doain aja, kalo dapat job lagi bisa buat beli Sirion. Paling gak buat DP dulu deh. Tapi sebenernya Bunda mo mobil dulu atau mo bangun rumah dulu nih?”. Istri saya menjawab: “Dua-duanya sekaligus aja”. Saya geleng-geleng kepala mendengar celoteh istri.

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Pulang dari perjalanan, langsung online deh. Mulai cari data tentang berbagai jenis mobil baru, termasuk New Daihatsu Sirion di www.daihatsu.co.id. Beberapa data menarik muncul nih. Ternyata usia perusahaan Daihatsu tahun ini sudah mencapai 104 tahun, wow luar biasa tuh. Jarang-jarang ada perusahaan yang bisa bertahan selama itu, congrats deh. Ada lagi nih, karena saya bukan termasuk orang yang pandai dalam hal mesin mobil (yang terdahulu, kalo mogok ya panggil orang), berita tentang New Daihatsu Sirion yang mendapatkan penghargaan Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 membuat saya lebih mantap untuk menentukan pilihan. Hal ini dikarenakan penghargaan itu merupakan hasil survey kepada pemakai kendaraan yang paling sedikit memiliki permasalahan selama enam bulan pertama.

Melihat fitur-fitur yang ditawarkan, sangat berkelas, terkesan mewah dan trendy. Ada dashboard baru bergaya 2-tone color, terdapat perangkat pemanja telinga canggih berfasilitas MP3, USB, Ipod dan Bluetooth. Ada Electric Power Steering (EPS) pada kemudinya sehingga mengemudi dan mencari parkir jadi lebih ringan. Ada Lampu utama New Sirion yang kini dilengkapi projector headlamp anti-fogging dan foglamp sehingga tampil lebih mewah dan elegan. Cahaya yang dipendarkan pun lebih terang karena menggunakan multi-reflector. Sementara itu, desain baru lampu belakang lebih panjang dengan LED combination, sehingga menjadikan produk ini lebih sporty dan mewah. Yang lebih menarik adalah ruang yang tergolong lapang bagi pengemudi dan penumpang, serta bahan bakar yang hemat, yaitu 13,97 km/liter, dan jaminan garansi 50 ribu kilometer atau lima tahun. Eh belum selesai, ada fitur standar ISOFIX untuk peningkatan pada bangku khusus anak-anak yang merupakan fitur keselamatan standar tinggi internasional yang biasa dipakai untuk mobil-mobil premium. Kumpulan kelebihan itu sepertinya makin memperkuat mimpi saya untuk segera memiliki New Daihatsu Sirion, Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia.

Sekarang tinggal ngumpulin duit buat beli tuh Sirion. Butuh berapa tahun ya? kalo sebulan nabung sejuta, wadow bisa dah gak keluar lagi tuh Sirion baru kebeli. Gawat nih.. Tidur dulu ah, biar bisa mimpi beli Sirion. Ntar biar kalo bangun jadi semangat lagi kerja karena dah ngerasain naik Sirion meskipun baru dalam mimpi he.. he..

Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia, New Daihatsu Sirion

Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia, New Daihatsu Sirion

Beberapa hari kemudian saya bercerita tentang mimpi memiliki New Daihatsu Sirion pada istri. Dia sangat antusias, dan tentu saja sekarang hal itu telah menjadi mimpi kami berdua. Semoga segera terwujud…

Sep
02

“Abis lebaran enaknya jalan-jalan nih”, bergumam dalam hati.

“Bun, jalan-jalan yuk, sekalian silaturahim”, berkata pada istriku.

“Ayuk. Bentar, Bunda panggilin Abdullah dulu ya”, jawab istriku.

Bertiga kami berangkat menuju rumah beberapa kerabat. Perjalanan yang panjang, melelahkan, dan panas. Terlintas dikepala, kapan ya bisa beli mobil karena anak sudah semakin besar. Belum lagi kalo nanti sudah ada adiknya, wah bisa tambah repot nih kalo naik motor. Lagi mikir begitu, melintas sebuah mobil dengan kecepatan sedang melewati kami. Istri berkomentar: “Yah, kapan nih kita beli mobilnya. Kayaknya Daihatsu Sirion yang barusan lewat keren juga tuh”. Saya cuma nyengir aja, sambil jawab: “insya Allah secepatnya lah. Doain aja, kalo dapat job lagi bisa buat beli Sirion. Paling gak buat DP dulu deh. Tapi sebenernya Bunda mo mobil dulu atau mo bangun rumah dulu nih?”. Istri saya menjawab: “Dua-duanya sekaligus aja”. Saya geleng-geleng kepala mendengar celoteh istri.

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Pulang dari perjalanan, langsung online deh. Mulai cari data tentang berbagai jenis mobil baru, termasuk New Daihatsu Sirion di www.daihatsu.co.id. Beberapa data menarik muncul nih. Ternyata usia perusahaan Daihatsu tahun ini sudah mencapai 104 tahun, wow luar biasa tuh. Jarang-jarang ada perusahaan yang bisa bertahan selama itu, congrats deh. Ada lagi nih, karena saya bukan termasuk orang yang pandai dalam hal mesin mobil (yang terdahulu, kalo mogok ya panggil orang), berita tentang New Daihatsu Sirion yang mendapatkan penghargaan Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 membuat saya lebih mantap untuk menentukan pilihan. Hal ini dikarenakan penghargaan itu merupakan hasil survey kepada pemakai kendaraan yang paling sedikit memiliki permasalahan selama enam bulan pertama.

Melihat fitur-fitur yang ditawarkan, sangat berkelas, terkesan mewah dan trendy. Ada dashboard baru bergaya 2-tone color, terdapat perangkat pemanja telinga canggih berfasilitas MP3, USB, Ipod dan Bluetooth. Ada Electric Power Steering (EPS) pada kemudinya sehingga mengemudi dan mencari parkir jadi lebih ringan. Ada Lampu utama New Sirion yang kini dilengkapi projector headlamp anti-fogging dan foglamp sehingga tampil lebih mewah dan elegan. Cahaya yang dipendarkan pun lebih terang karena menggunakan multi-reflector. Sementara itu, desain baru lampu belakang lebih panjang dengan LED combination, sehingga menjadikan produk ini lebih sporty dan mewah. Yang lebih menarik adalah ruang yang tergolong lapang bagi pengemudi dan penumpang, serta bahan bakar yang hemat, yaitu 13,97 km/liter, dan jaminan garansi 50 ribu kilometer atau lima tahun. Eh belum selesai, ada fitur standar ISOFIX untuk peningkatan pada bangku khusus anak-anak yang merupakan fitur keselamatan standar tinggi internasional yang biasa dipakai untuk mobil-mobil premium. Kumpulan kelebihan itu sepertinya makin memperkuat mimpi saya untuk segera memiliki New Daihatsu Sirion, Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia.

Sekarang tinggal ngumpulin duit buat beli tuh Sirion. Butuh berapa tahun ya? kalo sebulan nabung sejuta, wadow bisa dah gak keluar lagi tuh Sirion baru kebeli. Gawat nih.. Tidur dulu ah, biar bisa mimpi beli Sirion. Ntar biar kalo bangun jadi semangat lagi kerja karena dah ngerasain naik Sirion meskipun baru dalam mimpi he.. he..

Agu
30

PARIS, KOMPAS.com — Tim street soccer Indonesia berhasil lolos ke babak yang paling bergengsi, yakni Homeless World Cup Trophy, setelah menempati posisi kedua Grup D pada babak secondary stage Homeless World Cup 2011 di Paris.

Mereka berhak menempati posisi kedua setelah mengumpulkan 9 poin dari lima kali pertandingan. Indonesia hanya kalah satu poin dari Ukraina yang menempati posisi puncak.

Sebenarnya, Indonesia punya peluang untuk menjadi juara grup. Setelah sebelumnya memermak tim Belanda dengan skor 7-4, Indonesia kembali berhasil memetik kemenangan saat menghadapi sang mantan juara, Italia, dengan skor 4-3, Jumat (26/8/2011).

Sayang pada pertandingan terakhir, saat menghadapi Ukraina, Indonesia kalah 5-7. Kekalahan ini pun membuat Indonesia harus rela posisinya direbut oleh Ukraina.

Meski demikian, hasil ini tetap pencapaian yang luar biasa bagi Indonesia. Maklum, ini merupakan debut pertama mereka pada ajang Homeless World Cup. Nantinya, pada babak Homeless World Cup Trophy, Indonesia akan tergabung dengan Nigeria, Cile, Kenya, Meksiko, Brasil, Skotlandia, Perancis, Yunani, Palestina, Argentina, Swiss, Namibia, Kirgistan, dan Slovenia.

Dalam ajang ini, perserta memperebutkan enam trofi, yakni Homeless World Cup Trophy, Dignitary Cup, City Cup, Host Cup, Community Cup, dan INSP Networking Trophy.

Tim yang berada pada posisi pertama dan kedua di empat grup seksi pertama berhak masuk ke turnamen paling bergengsi, yakni Homeless World Cup Trophy. Kemudian, Dignitary Cup akan diperebutkan tim posisi ketiga dan keempat di empat grup seksi pertama. Posisi kelima dan keenam di empat grup seksi pertama akan memperebutkan City Cup.

Sementara itu, tim yang duduk di peringkat pertama dan kedua di empat grup seksi kedua akan bersaing memperebutkan Host Cup. Adapun Community Cup akan diperebutkan tim peringkat ketiga dan keempat di empat grup seksi kedua. Trofi terakhir adalah INSP Networking Trophy, diperebutkan tim peringkat kelima dan keenam di empat grup seksi dua.

Homeless World Cup merupakan kompetisi street soccer yang diikuti tim dari berbagai negara dengan membawa isu masing-masing. Indonesia yang diwakili oleh Tim Sepak Bola Rumah Cemara membawa permasalahan HIV sebagai isu mereka dengan empat pemain posisif terkena HIV.

Rumah Cemara adalah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam perlindungan penderita HIV-AIDS di Indonesia. Ini merupakan keikutsertaan pertama Indonesia dalam ajang tersebut setelah tahun lalu gagal berangkat ke Brasil gara-gara tidak ada pendanaan. (HWC)

Category: Prestasi  Tags:  One Comment
Agu
30

Jakarta - Ojek salah satu transportasi yang bisa diandalkan untuk menembus kemacetan ibukota. Armada ini ditumpangi mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid agar tidak terlambat salat Idul Fitri di Masjid Al-Azhar.

Kehadiran Hidayat disambut hangat imam salat Id, Haji Ahmad Khotib, di lapangan Masjid Al-Azhar, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2011).

“Selamat datang kepada Khatib salat Id Hidayat Nur Wahid yang baru sampai di Lapangan Al-Azhar,” kata Ahmad Khotib yang hendak memimpin salat Id sekitar pukul 07.10 WIB ini.

Hidayat yang mengenakan jas warna coklat, sarung dan peci warna hitam itu berlari-lari kecil dari arah Jalan Sisingamangaraja. Arus lalu lintas menuju kawasan Masjid Agung Al-Azhar memang cukup macet panjang sejak pagi.

“Tadi, saya ke sini sampai naik ojek. Saya naik ojek karena jalanan luar biasa macet untuk ke Al-Azhar ini, hampir telat. Untungnya saya bisa sampai ke sini dalam keadaan sehat, Alhamdulillah,” cerita Hidayat usai salat Id.

Hidayat akan bertolak ke Yogyakarta. “Nanti sore, saya sudah ada di Yogyakarta dan akan berlebaran dengan Ibu di Prambanan. Saya selama 3 hari di Yogyakarta,” kata politikus PKS ini.

(aan/irw)

Selasa, 30/08/2011 08:45 WIB

Fajar Pratama - detikNews

Category: Islam  Tags:  Leave a Comment