Archive for » September, 2011 «

Sep
30

Hari ini, saya harus ke Jakarta. Saya harus menunaikan tugas mulia : mengantar berkas akreditasi untuk prodi tempat saya mengajar. Pukul 18.00, saya menaiki pesawat ke Yogya, siap pulang ke kampung halaman tercinta. Tanpa diduga, Allah Memberikan saya kursi tepat di samping Bapak Rochmat, Guru Fisika saya di SMU 3 dulu. Sekarang beliau menjadi penilik sekolah untuk proses akreditasi SMA di Indonesia.

Sepanjang jalan, Pak Rochmat menceritakan pengalaman beliau berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Saya takjub mendengar kisah-kisah beliau. Betapa, Indonesia negeri yang kaya ini, ternyata memiliki daerah-daerah yang harus berjibaku untuk menegakkan pendidikan. Jangan berbicara kualitas yang diukur dengan Ujian Akhir. Berhasil menyelenggarakan pendidikan pun sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri menurut saya.

Kisah pertama tentang sebuah daerah di Sulawesi Utara. Menurut saya, ini daerah sudah pantas dicoret dari daftar “anak” provinsi Sulawesi Utara sebab jauhnya jarak dari ibukota. Setelah tiba di Ibukota, Pak Rochmat harus menempuh perjalanan darat selama tujuh jam, kemudian ditambah perjalanan laut dua jam dengan perahu kecil. Sampai di pantai seberang, masih harus dilanjutkan dengan lima belas menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah di kaki bukit itu. Di daerah ini, ada sebuah SMA yang rutin menyelenggarakan pendidikan. Jangan samakan pendidikan di sana dengan Yogyakarta, di mana fasilitas pendukung pendidikan begitu mantap. Atau Jakarta yang memiliki sekian banyak sekolah berstandar internasional. Pendidikan di daerah Sulawesi Utara coret ini berjalan dengan sangat bersahaja…

Kisah kedua, sebuah sekolah di pinggiran Bangka Belitung. Sebagai sebuah provinsi kepulauan, wajar jika transportasi utama yang menghubungkan antar pulau di Bangka Belitung adalah perahu. Namun, kisah Pak Rochmat tentang sekolah di daerah ini dan para gurunya mengenalkan bayang kepahlawanan tersendiri dalam benak saya. Betapa, para guru yang kebanyakan dari pulau lain, harus menempuh dua jam naik perahu kecil ke sekolah tempat mereka mengabdi. Jika cuaca buruk, mereka tidak bisa sampai ke tujuan; entah berputar, entah berhenti di mana. Semoga tidak ada dan tidak akan pernah ada kecelakaan kapal yang membawa guru-guru mulia ini. Jika cuaca buruk terjadi selepas jam kerja, mereka tidak dapat pulang ke rumah; bertahan tinggal di sekolah yang apa adanya itu. Jelas, tidak ada fasilitas macam boarding school yang jamak kita temui di Jawa.

Saya lupa kisah ketiga berasal dari daerah mana. Rasa kantuk sudah menyergap saat itu :D. Yang saya ingat dengan pasti adalah betapa di daerah ini, listrik hanya menyala pukul 8-14, DUA HARI SEKALI! Berarti, dalam sepekan hanya 18 jam listrik menyapa masyarakat di daerah ini. Lalu belajarnya? Para pelajar harus memaksakan diri untuk belajar dengan penerangan tradisional. Untuk penerangan saja susah. Apalagi untuk mengakses bahan-bahan tambahan dari internet, nge-print makalah, membuat powerpoint atau film. Mereka tidak mengenal itu semua.

Keterbatasan demi keterbatasan ini membuat saya tercenung. Seakan sedang mendengarkan penuturan kisah lain dalam buku Laskar Pelangi. Perjuangan para guru, perjuangan para murid, perjuangan masyarakat. Sekaligus ignorancy kita. Mereka memanfaatkan apa yang ada untuk belajar, sementara kita seringkali tidak memanfaatkan fasilitas yang kita miliki secara maksimal. Bisa jadi, kalau adu kemampuan alami otak, rekan-rekan di sana tidak kalah dengan kita. Namun akibat minimnya sarana dan prasarana itu, mereka tidak dapat berkembang sebagaimana seharusnya. Sementara, kita yang memiliki sarana dan prasarana, enggan mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

Untuk menyelesaikan masalah ini tentu tidak segampang mengetikkannya di lembar catatan facebook. Tapi setidaknya, kita bisa memulai perubahan dengan mensyukuri fasilitas pendidikan yang kita miliki dan mencerdaskan diri sendiri dengannya. Setelah itu, ketika kita sudah bekerja, mari sisihkan sebagian penghasilan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya kagum dengan inisiatif beberapa teman. Mereka mengumpulkan sebagian penghasilan untuk membantu para pelajar membayar biaya sekolahnya. Ini dilakukan bukan oleh sebuah perusahaan ternama, bukan oleh seorang tokoh di Indonesia yang telah mapan dalam kehidupannya. Tapi, ini dilakukan oleh sekelompok anak-anak muda yang baru saja lulus dan mulai bekerja. Subhanallah, jika ada banyak orang seperti mereka, mungkin masalah pendidikan di Indonesia bisa teratasi dengan lebih mudah.

Wallahu’alam.

~tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah!~

taken from fb Ganjar Widhiyoga on Thursday, September 29, 2011 at 8:54pm

——————————————

Beli Rumah dengan 2000 batang pohon salak berbuah

Category: Realita  Tags:  One Comment
Sep
22

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Negara yang bersama India dan Cina diramal bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia baru, Brazil, mendukung berdirinya negara Palestina. Presiden Brazil Dilma Rousseff, Rabu, minta agar negara Palestina diakui secara penuh di Perserikatan Bangsa-bangsa dalam pidato pada pembukaan sidang tahunan Majelis Umum PBB.

“Hanya Palestina yang merdeka dan berdaulat yang akan dapat menanggapi keinginan sah Isral akan perdamaian, keamanan di dalam perbatasannya, dan stabilitas politik di kawasannya,” kata Rousseff.

Brazil, yang sekarang ini anggota tidak-tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk di antara negara-negara yang telah mengakui negara Palestina.

“Seperti sebagian besar negara anggota Majelis Umum, kami yakin bahwa waktunya telah tiba bagi Palestina untuk diwakili secara penuh di sini sebagai anggota penuh organisasi ini,” kata Rousseff.

Sikap Brazil itu, meskipun sudah diperkirakan, bertentangan dengan upaya Amerika Serikat untuk mencegah Pelstina memperoleh sembilan dari 15 suara di Dewan Keamanan PBB yang dibutuhkan untuk menyetujui permintaan mereka, yang akan dibuat Jumat, untuk menjadi anggota penuh PBB. Beberapa diplomat mengatakan mayoritas seperti itu tidak menjamin.

Published: Kamis, 22 September 2011 04:41 WIB
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Category: Islam  Tags:  Leave a Comment
Sep
06

“Abis lebaran enaknya jalan-jalan nih”, bergumam dalam hati.

“Bun, jalan-jalan yuk, sekalian silaturahim”, berkata pada istriku.

“Ayuk. Bentar, Bunda panggilin Abdullah dulu ya”, jawab istriku.

Bertiga kami berangkat menuju rumah beberapa kerabat. Perjalanan yang panjang, melelahkan, dan panas. Terlintas dikepala, kapan ya bisa beli mobil karena anak sudah semakin besar. Belum lagi kalo nanti sudah ada adiknya, wah bisa tambah repot nih kalo naik motor. Lagi mikir begitu, melintas sebuah mobil dengan kecepatan sedang melewati kami. Istri berkomentar: “Yah, kapan nih kita beli mobilnya. Kayaknya Daihatsu Sirion yang barusan lewat keren juga tuh”. Saya cuma nyengir aja, sambil jawab: “insya Allah secepatnya lah. Doain aja, kalo dapat job lagi bisa buat beli Sirion. Paling gak buat DP dulu deh. Tapi sebenernya Bunda mo mobil dulu atau mo bangun rumah dulu nih?”. Istri saya menjawab: “Dua-duanya sekaligus aja”. Saya geleng-geleng kepala mendengar celoteh istri.

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Pulang dari perjalanan, langsung online deh. Mulai cari data tentang berbagai jenis mobil baru, termasuk New Daihatsu Sirion di www.daihatsu.co.id. Beberapa data menarik muncul nih. Ternyata usia perusahaan Daihatsu tahun ini sudah mencapai 104 tahun, wow luar biasa tuh. Jarang-jarang ada perusahaan yang bisa bertahan selama itu, congrats deh. Ada lagi nih, karena saya bukan termasuk orang yang pandai dalam hal mesin mobil (yang terdahulu, kalo mogok ya panggil orang), berita tentang New Daihatsu Sirion yang mendapatkan penghargaan Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 membuat saya lebih mantap untuk menentukan pilihan. Hal ini dikarenakan penghargaan itu merupakan hasil survey kepada pemakai kendaraan yang paling sedikit memiliki permasalahan selama enam bulan pertama.

Melihat fitur-fitur yang ditawarkan, sangat berkelas, terkesan mewah dan trendy. Ada dashboard baru bergaya 2-tone color, terdapat perangkat pemanja telinga canggih berfasilitas MP3, USB, Ipod dan Bluetooth. Ada Electric Power Steering (EPS) pada kemudinya sehingga mengemudi dan mencari parkir jadi lebih ringan. Ada Lampu utama New Sirion yang kini dilengkapi projector headlamp anti-fogging dan foglamp sehingga tampil lebih mewah dan elegan. Cahaya yang dipendarkan pun lebih terang karena menggunakan multi-reflector. Sementara itu, desain baru lampu belakang lebih panjang dengan LED combination, sehingga menjadikan produk ini lebih sporty dan mewah. Yang lebih menarik adalah ruang yang tergolong lapang bagi pengemudi dan penumpang, serta bahan bakar yang hemat, yaitu 13,97 km/liter, dan jaminan garansi 50 ribu kilometer atau lima tahun. Eh belum selesai, ada fitur standar ISOFIX untuk peningkatan pada bangku khusus anak-anak yang merupakan fitur keselamatan standar tinggi internasional yang biasa dipakai untuk mobil-mobil premium. Kumpulan kelebihan itu sepertinya makin memperkuat mimpi saya untuk segera memiliki New Daihatsu Sirion, Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia.

Sekarang tinggal ngumpulin duit buat beli tuh Sirion. Butuh berapa tahun ya? kalo sebulan nabung sejuta, wadow bisa dah gak keluar lagi tuh Sirion baru kebeli. Gawat nih.. Tidur dulu ah, biar bisa mimpi beli Sirion. Ntar biar kalo bangun jadi semangat lagi kerja karena dah ngerasain naik Sirion meskipun baru dalam mimpi he.. he..

Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia, New Daihatsu Sirion

Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia, New Daihatsu Sirion

Beberapa hari kemudian saya bercerita tentang mimpi memiliki New Daihatsu Sirion pada istri. Dia sangat antusias, dan tentu saja sekarang hal itu telah menjadi mimpi kami berdua. Semoga segera terwujud…

Sep
02

“Abis lebaran enaknya jalan-jalan nih”, bergumam dalam hati.

“Bun, jalan-jalan yuk, sekalian silaturahim”, berkata pada istriku.

“Ayuk. Bentar, Bunda panggilin Abdullah dulu ya”, jawab istriku.

Bertiga kami berangkat menuju rumah beberapa kerabat. Perjalanan yang panjang, melelahkan, dan panas. Terlintas dikepala, kapan ya bisa beli mobil karena anak sudah semakin besar. Belum lagi kalo nanti sudah ada adiknya, wah bisa tambah repot nih kalo naik motor. Lagi mikir begitu, melintas sebuah mobil dengan kecepatan sedang melewati kami. Istri berkomentar: “Yah, kapan nih kita beli mobilnya. Kayaknya Daihatsu Sirion yang barusan lewat keren juga tuh”. Saya cuma nyengir aja, sambil jawab: “insya Allah secepatnya lah. Doain aja, kalo dapat job lagi bisa buat beli Sirion. Paling gak buat DP dulu deh. Tapi sebenernya Bunda mo mobil dulu atau mo bangun rumah dulu nih?”. Istri saya menjawab: “Dua-duanya sekaligus aja”. Saya geleng-geleng kepala mendengar celoteh istri.

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Pulang dari perjalanan, langsung online deh. Mulai cari data tentang berbagai jenis mobil baru, termasuk New Daihatsu Sirion di www.daihatsu.co.id. Beberapa data menarik muncul nih. Ternyata usia perusahaan Daihatsu tahun ini sudah mencapai 104 tahun, wow luar biasa tuh. Jarang-jarang ada perusahaan yang bisa bertahan selama itu, congrats deh. Ada lagi nih, karena saya bukan termasuk orang yang pandai dalam hal mesin mobil (yang terdahulu, kalo mogok ya panggil orang), berita tentang New Daihatsu Sirion yang mendapatkan penghargaan Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 membuat saya lebih mantap untuk menentukan pilihan. Hal ini dikarenakan penghargaan itu merupakan hasil survey kepada pemakai kendaraan yang paling sedikit memiliki permasalahan selama enam bulan pertama.

Melihat fitur-fitur yang ditawarkan, sangat berkelas, terkesan mewah dan trendy. Ada dashboard baru bergaya 2-tone color, terdapat perangkat pemanja telinga canggih berfasilitas MP3, USB, Ipod dan Bluetooth. Ada Electric Power Steering (EPS) pada kemudinya sehingga mengemudi dan mencari parkir jadi lebih ringan. Ada Lampu utama New Sirion yang kini dilengkapi projector headlamp anti-fogging dan foglamp sehingga tampil lebih mewah dan elegan. Cahaya yang dipendarkan pun lebih terang karena menggunakan multi-reflector. Sementara itu, desain baru lampu belakang lebih panjang dengan LED combination, sehingga menjadikan produk ini lebih sporty dan mewah. Yang lebih menarik adalah ruang yang tergolong lapang bagi pengemudi dan penumpang, serta bahan bakar yang hemat, yaitu 13,97 km/liter, dan jaminan garansi 50 ribu kilometer atau lima tahun. Eh belum selesai, ada fitur standar ISOFIX untuk peningkatan pada bangku khusus anak-anak yang merupakan fitur keselamatan standar tinggi internasional yang biasa dipakai untuk mobil-mobil premium. Kumpulan kelebihan itu sepertinya makin memperkuat mimpi saya untuk segera memiliki New Daihatsu Sirion, Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia.

Sekarang tinggal ngumpulin duit buat beli tuh Sirion. Butuh berapa tahun ya? kalo sebulan nabung sejuta, wadow bisa dah gak keluar lagi tuh Sirion baru kebeli. Gawat nih.. Tidur dulu ah, biar bisa mimpi beli Sirion. Ntar biar kalo bangun jadi semangat lagi kerja karena dah ngerasain naik Sirion meskipun baru dalam mimpi he.. he..